Muslim Baper (Membawa Perubahan)


 

Nabi Muhammad sas telah membuktikan mampu mengubah masyarakat Arab yang jahiliyah dan terbelakang menjadi Negara adidaya hanya dalam tempo 21 tahun. Keberhasilan ini didukung oleh banyaknya generasi sahabat yang dilahirkan Rasulullah dengan kemampuan leadership, entrepreneur, yang dilandasi nilai Qur’any, dan membawa perubahan untuk dunia. Be Muslim Baper.

Tidak diragukan lagi, prinsip-prinsip pendidikan yang telah dilaksanakan oleh Rasulullah telah melahirkan sebuah generasi yang memiliki kulaitas ilmu pengetahuan serta karakter yang sangat kuat. Kader-kader didikan beliau yang biasa disebut shahabat yang dibangun berdasarkan prinsi-prinsip kebenaran islam itu telah melahirkan kader yang tangguh seperti mereka.

Dari mereka lahir puluhan enterpreneur ulung seperti Abdur Rahman bin Auf yang telah sukses memakmurkan pasar dan meruntuhkan kungkungan hegemoni ekonomi Yahudi. Bahkan sembilan dari sepuluh sahabat Rasul yang dijanjikan masuk surga adalah enterperneur. Mari kita kenang semangat Asy-Syifa’ binti Abddillah yang telah sukses menjaga kesehatan penduduk Madinah. Lihatlah bagaimana investasi Utsman bin Affan telah berhasil memakmurkan Madinah. Abu Thalhah pun membuktikan prestasinya dengan menjamin ketahanan pangan di Madinah.

Dari mereka pun telah muncul kelompok professional dalam berbagai bidang. Bidang administrasi dikuasai oleh Umar bin Khattab. Ali bin Abi thalib tak diragukan dalam bidang hukum. Zaid bin Tsabit sang ahli bahasa. Akutansi Abu Ubaidah telah menjamin pemerataan ekonomi masyarakat. Diplomasi Amr bin Ash yang cerdik tak kalah sukses menaklukan banyak tanah tanpa pertumpahan darah.

Bagitu pula dalam bidang pplitik. Saat berada di Madinah, Nabi Muhammad membuat suatu syarat politik berdasarkan konsensus dari berbagai kelompok dan suku. Konsensus yang disusun oleh Rasul irulah yang dikenal dengan Piagam Mandinah atau Sahifah. Dan masyarakat yang terikat dengan perjanjian itu disebut dengan “masyarakat Sahifah.”

Bagi masyarakat Arab yang sebelumnya tidak hidup sebagai komunitas antar-suku dengan kesepakatan bersama, dokumen seperti itu tentulah sangat revolusioner dan akhirnya mereka dengan sangat mendukung inisiatif nabi untuk membangun basis dari berlakunya prinsip hidup berdampingan secara damai.

Kita? Manakah kontribusi kita bagi tumbuhnya peradaban yang mampu mengulang episode sejarah keemasan itu? Sampai saat ini episode itupun hanya mampu tersimpan rapi bersama kenangan indah tanpa terealisasi.

Kita toleh sebentar pada kisah sang ahli bahasa Rasulullah sas Zaid bin Tsabit. Saat dia bersiap tuk persembahkan dirinya untuk menolong agama ini. Dialah si kecil Zaid bin Tsabit yang gagah berani meminta izin kepada Rasulullah agar diizinkan mengikuti perang, yang harus menerima penolakan terlebih dahulu dari Rasulullah sebelum beliau mengetahui bahwa ia memiliki kehebatan yang begitu spektakuler. Yang dengan kehebatan itu Rasulullah mejadikan dirinya sebagai guru bahasa beliau.

Beginilah seharusnya seorang muslim. Ia mesti tahu apa yang akan ia persembahkan untuk agamnya. Bukan hanya melongo menatap mirisnya agama dan akhlak hari demi harinya. Bukan hanya mengelus dada saat melihat kerusakan yang terjadi di luar sana. Manakah muslim sejati. Yang dengan dakwahnya, terbukalah mata yang membuta, yang dengan gelora jihadnya, semangatlah hati yang layu lama tak tersiram oleh takbir para mujahid Islam. Manakah mereka yang mendambakan harumnya surga??? Apakah mereka biarkan ia hanya menjadi angan-angan tanpa ada realisasi??? Ayolah kawan, come on…lihat aku disini bersama kalian…menunggu kalian untuk maju bersamaku…kita bergandengan bersama…menyulap dunia menjadi apa yang kita cita-citakan.

Salam BAPER 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s