DEGAP DEGUP ISTIKHARAH


15747617_1856461584598678_5498223546683615406_n-1

Rasulullah sas mengajari kami istikharah dalam setiap urusan yang kami hadapi sebagaimana beliau mengajarkan kami satu surat dari Al-Qur`an. Beliau sas bersabda: “Jika seorang dari kalian menghadapi persoalan, maka rukuklah dalam shalat dua rakaat yang bukan shalat wajib kemudian berdoalah:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ العَظِيمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الغُيُوبِ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي – أَوْ قَالَ عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ – فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي، ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي – أَوْ قَالَ فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ – فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِي الخَيْرَ حَيْثُ كَانَ، ثُمَّ أَرْضِنِي ” قَالَ: «وَيُسَمِّي حَاجَتَهُ»

Betapa indahnya doa istikharah ini. Di dalamnya terdapat pembelajaran dan penghayatan tentang tauhid , adab dan juga tawakal. Inilah kita para hamba-Nya yang lemah, dan itulah Rabb kita Yang Maha Sempurna.

Kita memohon pilihan dengan ilmu-Nya, bukan pengetahuan kita. Sebab wawasan kita sedikit, terbatas, tak melampui yang terlihat, dan sering kali bias. Kita memohon ketetapan dengan kuasaNya, bukan kekuatan kita. Sebab apalah daya kita, sedangkan cinta adalah urusan hati. Dan semua qalbu para hamba berada dalam genggaman Ar-Rahman. Dia Yang membolak-baliknya, Dia Yang mengaruniainya rasa, Dia Yang menganugeraihinya cinta.

Imam Al-Qurthuby dalam Al-Jami’ li Ahkamil Qur`an berkata: ”Para ulama menyatakan, hendaknya ia mengosongkan hatinya dari semua pikiran berkenaan dengan urusan yang akan dia hadapai agar hatinya tidak condong kepada salah satu urusan sebelum dia beristikharah.”

“kemudian,” lajut beliau, “setelah dia melakukan istikharah,maka hendaknya dia memilih untuk mengerjakan apa yang hendak ia lakukan dari urusan yang dia minta pilihan pada-Nya. Jika merupakan kebaikan, maka insyaAllah Dia akan memudahkannya. Jika merupakan kejelekan, maka insyaAllah Dia akan memalingkan dari urusan tersebut.”

Adapun wasilah lanjutan yang dianjurkan untuk tepatnya pilihan dan indahnya kesudahan adalah musyawarah. Sebab ia sebagaimana menyuling madu untuk mendapatkan sari yang paling murni, pendapat-pendapat yang jernih dan tulus akan tersaring menjadi kemantapan urusan. Maka bermusyawarahlah dengan mereka yang menjaga ibadahnya, yang indah akhlaknya, yang dalam ilmunya, yang khusyu dan tawadlu.”

“Takkan menyesal orang yang beristikharah. Takkan rugi orang yang bermusyawarah.” (H.R Ath-Thabrani)

Kebingungan yang tersisa yang datang di antara segala pilihan kebaikan, mari selesaikan dengan nasihat imam Asy-Syafi`i “Jika beberapa pilihan yang semua kebaikan membingungkanmu,” ujar beliau, “dan kamu tak tau yang mana pengundang ridla Rabb mu, maka pilihlah yang paling menyelisihi hawa nafsu.”

Maka saatnya jujur pada hati, agamalah pertimbangan utama. Yang selain itu, jika tercondong hawa nafsu, pilihlah yang berlawanan. Jika kecantikan yang membuatnya tergerak, maka pilihlah selainnya. Jika kekayaan yang membuatnya berminat, ambillah yang disebrangnya. Mengingkari hawa nafsu kan jadi jalan menuju ridlaNya. Adalah Hasan Al-Bashri ketika diminta menasehati Umar bin Abdul Aziz beliau menulis, Amma Ba`du. “Durhakailah hawa nafsumu, wassalam.”

Follow us :

Web : faiimedia.wordpress.com

Fp : @selaksainspirasi14

Ig : @selaksa_inspirasi

Iklan

Satu pemikiran pada “DEGAP DEGUP ISTIKHARAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s