Di Balik Organisasi Si Pinky Mulai Bersemi


16387917_1870357386542431_7958951459974795162_n

Kehidupan organisasi memang butuh kekompakan para anggota. Organisasi adalah salah satu cara yang ampuh untuk saling bergotong-royong dalam menjalankan tugas. Dalam lingkup sekolah, masyarakat, sampai kenegaraan pun semua membentuk organisasi untuk menyelesaikan tugas mereka secara bersama-sama dengan ringan.

Nah, kali ini kita akan membahas kehidupan organisasi Islami generasi muda. Yang tak luput juga dari pergaulan antara ikhwan dan akhwat. Adanya saling komunikasi dalam berorganisasi. Perkumpulan bersama untuk menyelesaikan tugas. Saling berinteraksi untuk menjalankan misi, dan lain sebagainya. Dan tak ayal, di balik organisasi, si pinky mulai bersemi.

Oke lah, semua itu memang dibutuhkan. Tapi, tau juga kan, pergaulan antara laki-laki dan perempuan dalam Islam ada batasan-batasannya.

Saling bergotong-royong dalam berdakwah tak pernah salah. Hanya saja, belakangan ini ada yang mencuri-curi kesempatan dalam kesibukan ini.

Kita banyak mendapati dibentuknya organisasi-organisasi Islam di kampus yang diampu oleh para aktivis-aktivis Islam. Nah, biasanya anggota organisasi pun bukan hanya terdiri dari ikhwan saja. Kenapa begitu? Karna sasaran dakwah bukan hanya kalangan cowok. Bahkan dakwah kepada kalangan kaum hawa pun sangat dibutuhkan.

Ingat kan ucapan seorang bijak ,’ Rusak dan Baiknya suatu negara dilihat dari rusak atau baiknya kalangan perempuan di negara tersebut’.

Setidaknya, perempuan akan mencerminkan kondisi suatu negara. So, dakwah kepada kalangan kaum hawa pun sangat-sangat penting.

Dalam suatu organisasi, biasanya terdiri dari ikhwan dan akhwat, supaya sasaran dakwah bisa lebih luas. Para ikhwan tentunya mempunyai sasaran dakwah pada kalangan adam, dan para akhwat juga punya sasaran dakwah pada kaum hawa.

Dalam berorganisasi tak mungkin kan kalau tidak ada komunikasi atau pergulan sama sekali.

Sesekali mereka akan berkumpul untuk memusyawarahkan suatu perkara ataupun mencari jalan keluar dari suatu masalah. It’s Ok and no problem sob,,,

Hanya saja, kadang kala saat itulah kesempatan yang digunakan oleh syaithan untuk mengelincirkan para aktivis kita dalam jurang kemaksiatan, yang ujung-ujungnya akan diatas namakan ‘ORGANISASI’.

Kita tahu, Islam telah membatasi pergaulan antara laki-laki dan perempuan yang tidak mahram, alias ajnabi. Karna wanita merupakan fitnah bagi laki-laki. Sehingga rawan sekali teerjadinya zina.

Islam tidak mengenal pacaran. Islam tidak mengenal hubungan antara laki-laki dan perempuan ajnabi yang tidak halal. Bahkan islam memberi batasan-batasan tertentu.

Maka dari itu, Allah berkalam menyeru para mukminin dalam surah An-Nur: (24) ayat 30, yang artinya:” Katakanlah wahai Muhammad kepada orang-orang beriman (laki-laki), hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluan-kemaluan mereka”.

Di ayat selanjutnya, ayat 31, Allah juga menyeru para mukminat:” Dan katakanlah wahai Muhammad kepada perempuan-perempuan beriman, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluan-kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan-perhiasan mereka kecuali yang nampak darinya”.

Nah, jelas bukan. Memandang ajnabi saja tidak boleh, apalagi saling bertemu untuk sekedar bencanda ria.

Ini lah yang sering terjadi di kalangan para aktivis kita. Mengatas namakan organisasi sebagai sarana untuk bermaksiat.

‘cuman ketemuan sebentar koq, ngomongin tentang acara buka bersama besok’.

Tapi buktinya, koq cuma berduaan saja. Yah setidaknya ajak temen sesama akhwat supaya tidak terjadi khalwat. Rasulullah saw bersabda, yang artinya,” Sungguh benar-benar janganlah seorang laki-laki dan perempuan berkhalwat kecuali syaithan menjadi yang ketiga diantara keduanya” (HR. Tirmidzi dan Hakim)

Jelan bukan, jika ada seorang ikhwan sedang berduaan dengan si akhwat, dengan dalih Atas Nama Organisasi sekalipun, tetap saja syaithan bersama mereka untuk menggelincirkan mereka pada jurang kemaksiatan. Wal ‘iyadz billah.

Syaithan itu lebih licik sob, nabi Adam saja, yang seorang nabi, orang pilihan Allah, sedangkan kita tak ada apa-apanya dibandingkan beliau, dia berhasil digelincirkan oleh syaithan sehingga dia memakan buah yang dilarang oleh Allah Ta’ala.

Jangan remehkan musuh kita yang bernama Syaithan ya,,,

Di era modern ini, syaithan pun ikut kemajuan zaman, hehehe,,, kalau manusia sama menggunakan gadged sebagai alat komunikasi jarak jauh, maka syaithan pun bisa memanfaatkan gadged juga sebagai alat untuk menggelincirkan manusia pada kemaksiatan.

‘ukhti nanti kita musyawarah, jangan lupa datang tepat waktu ya, ana tunggu loh’

‘akh jangan lupa sholat jama’ah ya, biar dakwah kita makin lancar’

Ketika ditegur pun berkilah dengan alasan Atas Nama Organisasi, demi kepentingan Organisasi, karena urusan dakwah Islam.

Haasyaa Lillah,,, Pinter bener si syaithan membisik-bisiki anak adam ini untuk bermaksiat. Ayo lah sob, kita mulai intropeksi diri kembali. Tugas seorang dai adalah menyeru manusia pada kebaikan. Tentunya kita mulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu.

Dai/ akitivis kan juga manusia, pernah berbuat dosa?!

Betul sekali, siapa juga bilang kalian bukan manusia, hehehe,,, Tapi kalian adalah orang-orang yang berbeda. Berbeda karena kalian adalah orang yang faham agama. Orang yang berilmu. Orang yang dipilih oleh Allah untuk melanjutkan dakwah Rasulullah saw.

Mari kita mulai dari diri kita sendiri. Berbenah menjadi lebih baik dan terus berbenah. Selalu mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Insya Allah, Allah kan selalu mengingtkan kita di saat kita lupa, di saat salah.

Islam tidak mengajarkan kemaksiatan. Tidak membolehkan cinta yang tidak halal. Cintailah orang yang kau cintai dalam diam, cukup sebutlah namanya dalam doa.

Tapi, cinta yang kekal adalah CINTA kepada ALLAH, CINTA karena ALLAH. CINTA demi ALLAH.

 

 

By: Akhwat FAII

With love for Dakwah

Iklan

3 pemikiran pada “Di Balik Organisasi Si Pinky Mulai Bersemi

  1. Bismillahirrahmanirrahiim.
    Allah ta’ala berkalam: dan mereka membuat makar maka Allah membuat makar bagi mrk. Dan Allah adalah sebaik-baik pembuat makar.
    Tujuan adanya org ketiga, yaitu mahram si akhwat, adlh spy tidak terjadi khalwat dan juga maksiyat di antara kedua ajnabi tsb. Jikalau si mahram malah mendukung hal tsb, maka dia sama saja dengan syaithan yg mengajak pd kemaksiyatan.
    Maka hal sperti ini tdk boleh dilkukan,apalagi bagi orang yang paham agama.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s