Pemuda Masa Depan


siluet-ikhwan-ilustrasi-curhat-cinta-dan-perjuangan

Mariam Salzman, kepala riset di Euro RSCG bersama ira Matathia dan Ann O`Rellydi paruh akhir tahun 2005 merilis buku barunya, The Future of Men. Siapakah pria masa depan menurut riset Salzman dan kawan-kawan? Uberseksual.

Mungkin ada di antara kita yang masih terngiang kata-kata “Deutsche uber Alles! Bangsa Jerrman di atas segala bangsa! Dalam pidato Hitler. Istilah uber diambil dari situ, kosa kata Jerman yang berarti `diatas` atau `superior`. Konsep uberseksual menekankan keunggulan kualitatif. “Pria Uberseksual”, kata Salzman. “Addalah priayang menggunkan aspek positif maskulinitas, seperti kepercayaan diri, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap orang lain dalam kehidupannya. Pria uberseksual sangat peduli pada nilai dan prinsip hidup. Pria jenis ini lebih memilih untuk memperkaya ilmu dan wawasan di sela-sela waktu kosong yang ia miliki.

Jika para metroseksual menjadikan Beckham sebagai model, dalam kategori uberseksual masuklah nama Barrack Hussein Obama dan Sir Paul Hewson alias Bono, vokalis band U2. Bono menghabiskan waktunya untuk kegiatan memerangi kemskinan dan kelaparan di Afrika. Meski memiliki jadwal tur yang padat bersama U2, Bono tidak lupa mengkapanyekan perdamaian dunia. Seperti salah seorang yang berda di balik gerakan penghapusan hutang negara-negara miskin. Semua aktivitas ini membuatnya masuk daftar nominasi penerima nobel perdamaian.

Terlepas apatah motif Bono, atau semua pria uberseksual yang lain, sekali lagi dunia sedang berubah. Dunia, kata Mariam Salzman, jauh lebih berharap kepada para pria-pria yang menghabiskan waktunya untuk membaca buku, mengikuti berbagai pelatihan, mencermati perkembangan mutakhir, dan menganalisis berbagai peristiwa daripada mereka yang sibuk ke salon, menata rambut,mempermak wajah, dan memadupadankan accecoris. Dunia berharapa pada pria masa depan, pria yang memiliki perhatian besar terhadap lingkungannya, nasisb masyarakatnya, dan kemajuan dunia tinimbang mereka begitu perhatian pada berapa kalori yang diresapnya tiap hari dan menginvestasikan uang untuk mempercantik kulit.

Tapi sekedar catatan, pria uberseksual bukannya tidak menarik secara penampilan. Mereka menarik, dan uniknya semua itu alami. Sepertinya memakai baju apapun mereka pantas. Tampil dimanapun mereka elegan. Ketika berbicara semua orang ingin mendengarkan. Ketika dia diam, semua orang menunggu komentarnya.

Apa rahasianya? Wallahu a’lam. Mungkin karena mereka meletakkan harga dirinya bukan pada penampilannya itu, tetapi di otakyang cerdas, ide-ide cermelang, antusiasme, dan kepadulian yang tinggi. Secara psikologis, pria metroseksual adalah gelas kosong yang dipoles, sedang pria uberseksual adalah gelas yang penuh minuman manis. Maka akan tambak gejala kecil perbedaan ini: para pria metroseksual selalu mencoba menarik perrhatian para wanita. Mungkin mereka penghayat setia lagu Samsons, naluri lelaki. Sebaliknya para pria uberseksual sangat menghormati wanita, tapi hebatnya, mereka lebih memilih pria sebagai sahabat mereka. Intinya metroseksual setia pada dirinya, sementara uberseksual setia pada prinsipnya.

Nah, dunia berubah. Manusia berubah. Dan para pejuang harus berbenah. Kelak, yang kita hadapi dalam perjuangan menegakkan agama ini mungkin bukan para metroseksual yang takut kulitnya lecet. Tetapi mereka yang begitu teguh memegang prinsipnya namun belum mengenal bagaimana mentauhidkan Allah ‘Azza wa Jalla. Yang kita hadapi bukan pria cengeng yang menangisi kuku tergores, tapi mereka yang kukuh karakternya meski tak dibesarkan dalam nilai-nilai islam.

Sejak awal di jalan cinta para pejuang kita punya teladan yang lebih agung daripada para pria uberseksual manapun. Itulah Rasulullah yang penampilan menariknya kita sebut di awal pembicaraan. Penampilan menarik beliau bukanlah ide utama, yang jauh lebih menarik adalah bahwa beliau imam di jalan cinta para pejuang yang penuh prinsip. Kita juga punya gank muda yang lebih dahsyat daripada Enjolras, Combeferre. Mereka adalah pemuda Kahfi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s