Kaulah, Potret Nyata Akhir Zaman


Cover FAII depan

BISMILLAHI

SEKAPUR SIRIH

Tak ada manusia yang terlahir sempurna,,, Al-Kamaalu li ghairi Dzil Jalaali Muhaal. Ikhwah fillah, kali ini akhwat FAII, yang notabene-nya baru mulai debut dakwah, kembali hadir menghangatkan suasana. Emang mereka agak “kegatelan” kalau harus diam membisu, pura-pura buta dan bego, saat harus melihat ‘panorama baru’ akibat tingkah laku para remaja  versi akhir zaman di lingkungan sekitarnya.

Yaapz,,, generasi muda yang semakin ambigu.  Serba tak masuk akal. Tak beradab. Tak mau dianggap salah. Tak mau mengalah. Tak mau diatur. Pokoknya,,, gua yang paling bener. Ckckck,,,

 Then,,, sebagai bentuk “kasih sayang” yang tulus dari lubuk hati yang dalam, karna tak tahan jika harus diam, maka kami kembali mengingatkan. Mengingatkan apa yang telah terlupakan juga dilupakan. Mengingatkan untuk menuju pada kebaikan. Mengingatkan karena Allah. Karna ukhuwwah. Karna cinta.

Tak ada manusia yang terlahir sempurna, karna kesempurnaan hanya milik Allah semata. Tak ada manusia yang hidup tanpa cela dan dosa. Namun, sebaik-baik orang yang berdosa adalah orang yang mau bertaubat, kembali bersimpuh mengaharap ampunan dan rahmat-Nya.

Ikhwah fillah,,, Mari kita dayungkan perahu bersama, menggarungi samudra kehidupan yang fana. Menaklukkan hujan badai bersama. Saling mendekap dan melindungi sesama. Bangkit sebagai generasi muda penegak agama. Melawan arus dunia hingga titik hembusan nafas kita.

Apalah artinya kita jika tak bermanfaat bagi umat dan agama.

So,,, bangun dan sadarlah, ikhwah fillah!!

Dalam Dekapan Ukhuwwah Islamiyyah Rabbaniyyah.

Salam Ukhuwwah

Kunjungi

Web : faiimedia.wordpress.com

Fp : selaksa makna / @faiiakhwat

 TREND KEKINIAN

Remaja,,, makhluk reaksioner, makhluk high voltage, makhluk penuh sensasi, makhluk penuh inspirasi, makluk yang suka coba-coba, dan penuh petualangan. Remaja,,, orang yang memiliki peranan tak terhingga, semangat luar biasa, serta kemampuan yang tak kenal putus asa dalam tiap aspek kehidupan maya dan nyata. Inilah remaja dengan segala potensinya. Jika semua remaja bisa dan sanggup mengarahkannya, maka yakin, mereka adalah generasi penuh karya dan cinta.

Namun sayangnya,,, kebanyakan remaja malah terperosok dalam budaya hura-hura bin foya-foya. Suka latah budaya. Saking latahnya, mereka langsung copy-paste trend budaya Barat. Dengan dalih mau jadi orang ter-uptodate, keren, kece, gaul, macho, dan trend stylish.

Tak jarang kita jumpai di lingkungan sekitar kita, dampak buruk akibat tingkah laku remaja versi akhir zaman, yang tak bermoral dan tak lagi berakal.

Beberapa waktu lalu, media diramaikan dengan trending topic korban cangkul almh. Eno P., pemerkosaan 58 anak bawah umur yang terjadi di Kediri, kasus anak SMA yang melahirkan di belakang sekolah, foto topless seorang mahasisiwi berhijab di Samarinda, prostitusi online, kasus Kalijodo, dan masih banyak lagi kasus perzinaan, pelecehan seksual, dan tindakan-tindakan asusila lainnya.

Astaghfirullahal-adziim,,, zaman makin ngeri dan rusak. Remaja yang seharusnya menjadi penerus bangsa, dengan mengoptimalkan semua tenaga, potensi, dan bakatnya, serta menjadi sosok teladan patriotic, malah terjerumus dalam trend kekinian yang nota bene memusnahkan pribadi-pribadi yang berkualitas dunia akherat.

Misalnya ajha ,,,

Trend pacaran. Dulu di zaman nenek moyang, ketemuan antara laki-laki dan perempuan adalah hal tabu. Kalau sekarang, remaja single dikira gak laku-laku (wkwkwk,,, :v ). Gak Cuma anak SMA yang sudah punya gebetan, anak SD bahkan TK pun sudah paham apa itu pacar.

Fashion. Baju kekinian itu yang macam beach sensation. Pake baju presbody sampe terlihat lekuk tubuh. Pake rok mini. Celana lubang lututnya. Terlihatlah bagian-bagian tubuh pengundang syahwat. Mengikuti gaya trendi actor-artis favoritnya dan mulai berkiblat pada mereka.

LGBT. Bukan istilah asing lagi di telinga kita. Yuupz,,, lesbian dan homoseks sudah mulai mendapat pengakuan kewarganegaraannya di beberapa tempat. Mereka pun tak lagi menyembunyikan status. Makin hari makin mendapat dukungan dari berbagai pihak, misalnya saja, aplikasi smartphone mencari pasangan gay. Lebih parah lagi, bahkan didirikan ponpes khusus LGBT. Wal ‘iyadhu billah.

Zina. Perzinaan terjadi di mana-mana, bahkan mendapatkan tempat khusus. Gimana mau punah kalau cuma ditertibkan dan nggak diberantas? Tersedia Layanan online dan offline yang terjangkau. Penyemaraknya bukan hanya orang yang tak berpendidikan. Orang berpangkat, orang terhormat, orang berpendidikan, anak sekolah, hingga yang masih di bawah umur pun pernah ‘bersensasi’.

Miras. Minuman haram ini mulai dilegalkan di negara yang bermayoritas muslim. Pesta miras pun bisa dipastikan selalu ada di ending tiap acara hura-hura. Meski sudah melibatkan pihak berwenang untuk mengantisipasi, masih saja kecolongan. Bagaimana tidak? Mereka saja terang-terangan juga ikutan. Ckckck…. Padahal efek minuman berkelas yang satu ini juga tak main-main.

Laaahh,, kalau remaja-remaja kita macam hamba trendy dunia-kaya gitu, mau jadi apa dunia kita? Mau dipimpin orang macam apa negara kita kelak?

Tak taukah kalian bagaimana Allah menghapus kaum nabi Luth dari muka bumi ini karena kemaksiatan yang mereka lakukan, lesbian. Juga kaum-kaum lainnya yang hancur lebur dengan sebab kemaksiatan yang tiada hentinya mereka sebar-luaskan di bumi Allah.

Lebih dari satu dua kali juga Allah ingatkan manusia tentang keharaman zina, meminum khamr, dan mengikuti hawa nafsu. Namun, sia-sia belaka bagi orang yang hatinya tertutup. Aturan Allah mereka anggap sebagai angin lalu. Tanpa makna. Tanpa tujuan pasti. Naudzubillahi min dzaalik.

Coba berpikir yang lebih real lagi dunk,, Kawaaan!!!

 #@# Remaja versi Religi

Ikh-Akh Up To Date

#”pacaran islami,,, “,kata mereka

Perubahan karakter yang memiriskan tak hanya menimpa remaja gaul. Generasi muslim sekarang ini juga sudah kehilangan karakter islami-nya. Yang dah bertitle ikhwan-akhwat pun tak kalah bertingkahnya. Remaja yang ngaku aktivis pun tak kalah bangganya ama predikat remaja up to date. Cuman biar agak keliatan islami, istilahnya diganti “ikhwan gaul”,” gaul syar’i”, atau “aktivis gaul”. Hahaha… moduusss aslii !

Atauu,,, memang sengaja pura-pura tak menyadari. Dengan bermodal selembar jilbab dan seonggok peci, merasa diri sudah cukup menggapai surga Firdausi. Bertepuk dada dengan panggilan akhie-ukhtie, tapi masih meremehkan serpihan-serpihan kemaksiatan yang sejatinya mereka sadari. Si ikhwan menghujat gombalan yang membakar dan si akhwat klepek-klepek terperdaya.

Giliran kepergok basah, bilangnya ”kumpul acara syuro tahunan koq”, “chattingan Tanya jawab fiqh kok”,  “langgeng-in ukhuwah kok”, “anggota grup nggak cuma ane dan dia doank kok”. Mulai ngeles nee, cari-cari alasan. Istighfar,,,istighfar,, wa naudzubillahi min syarri dzalik.

Sebut saja seorang ikhwan militan, cukup terkenal dengan kealiman dan hifdznya. Kepincut dengan ‘gadis awam’, murid didiknya. Sang gadis diminta untuk berjilbab lebar. Diberi buku-buku islami. So pasti,,, saling sapa dan nasehatin, via sosmed pun tak terelakkan. Giliran ditegur, “kami nggak pacaran, meski disebut pacaran, toh ala islam..!!!” Whattt’s????  Emang dalam islam ada PACARAN?? Ngaco… Kang-Kang…!!

Lain lagi sama si akhwat satu ini. Pasalnya si akhwat menganggap seorang ikhwan ajnabi sebagai ‘adik’nya (memang faktanya adik kelas, sih ( (), tapi interaksinya itu loh, saling care bangeet, saling update status, “Gi Ngapa?”. Bahkan punya jam khusus untuk callingan. Sekali nggak contak, gak liat batang hidungnya, langsung baper deh, galau bangettt, persaudaraan macam apa ini.

Beda keadaan, beda sensasi lagi,,, Yang ini model rame-rame, alias jamaah hehehe… Beberapa lembaga mendukung jalur koordinasi antar perwakilan panitia ikhwan-akhwat dari berbagai daerah pelaksana acara islami, forum-forum umum, syuro bareng, atau telaah bareng. Dibalik kesuksesan menggarap acara tersebut, ternyata juga meninggalkan bekas ‘sukses’nya curi-curi perhatian melalui mata sampai ke-jemari yang ikut chattingan. Nah lho!??

Nah kalo udah kayak gini, yang namanya niat kudu dijaga. Maunya sih dakwah, buat kemajuan umat Islam. Tapi karena ada syetan yang suka nyelip di setiap denyut nadi, jadi hilang niat mulia itu, masyaAllah… jangan sampai lah, kawan… masak niat baik harus tergadaikan dengan hal yang tidak terpuji itu.

Memang tak ayal jika interaksi yang berkepanjangan akan menimbulkan benih-benih yang sulit tuk ditafsirkan bagi yang merasakannya. Cinta. Maybe, yes. Namun tak salah jika ada yang merasakan getarnya. karena dengan cinta, kekuatan itu ada. Dengan cinta hidup terasa lebih bermakna.

Cinta memang fitrah manusia. Siapa saja berhak mencinta. tapi apakah kemudian harus dengan jalan pacaran? Jalan yang dimurkai Allah? Cinta itu dalam hati. Bukan mulut yang harus berkata. Bukan tangan yang harus meraba. Maka cintailah dia dalam diam mu, kawan. Tak ada yang tahu kecuali Allah. Berat memang bila dirasakan, tapi itu adalah perjuangan untuk membuat hidup kita bermakna, tidak berumbar hawa nafsu.

 Nantikanlah wahai kawan …  dibalik beratnya mencintai dalam diam ada rasa yang tidak dapat ditafsirkan bila tiba saatnya untuk mengungkapkannya. Karena, segala sesuatu itu pasti akan indah pada waktunya.  Dan ketika saatnya itu tiba, dia baru mengatakannya, mengatakan cinta. Kalaulah esok pendampingmu bukan lah seperti yang kau inginkan, percayalah jodoh itu dari Allah. Allah akan mengirimikan kepadamu pendamping yang lebih baik dalam versi-Nya.

#ikhwan-akhwat Gaul,,,

Dalam acara fashion. Muslimah fair digelar di mana-mana. Berbagai gaya gamis, blouse muslim, juga pashmina dengan seabrek style ala desaigner-desaigner muslim dipejeng di sana-sini. Dengan kekayaan warna yang anggun nan menawan, corak kalem hingga menantang. Memanjakan mata para muslim muslimah untuk dijadikan sebagai buronan terhangat buat ajang trendy style. Pengennya sich tampil sebagai muslim-muslimah gaul and trendy. Eh,,eh,,eh,,,

Hanya demi mengejar trend dan gaya ter-update, mereka tidak lagi memperdulikan bagaimana busana syar’i yang sebenarnya. Tak ayal, bahan yang dipakai pun tipis, bercorak memanjakan mata, tabarruj, dipertegas dengan make-up dan wewangian yang mempesona. Aneka balutan yang menampakkan bentuk lekuk tubuh, dengan dalih simple dan casual.

Well,,, itulah faktanya. Banggakah kau berbusana dan bergaya hidup seperti mereka? Eitts ,, lanjut bacanya dulu ya…!! ((

Kau lah, Potret Nyata Tanda Akhir Zaman

Beratus-ratus tahun yang lalu, Rasulullah saw sudah memperingatkan para sahabat beliau, ‘Ketahuilah! Jarak antara aku dan hari kiamat bagai dekatnya jepit sandal dan dua jari kaki’. Astaghfirullahal-adhiim,,,. Di zaman Nabi saw saja sudah sedekat itu, apalagi di zaman kita sekarang ini, tahun 2016, abad ke-21, tinggal sepersekian milicenti.

Benarkah???! Iyya,,,. Coba kita tengok tanda-tanda akhir zaman.

Minuman keras dilegalkan, dihalalkan, bahkan menjadi jamuan di forum resmi. Dalam suatu riwayat Tirmidzi, Rosulullah saw bersabda: “Sungguh akan ada suatu kaum dari umat-ku, mereka menghalalkan sutera (untuk kaum laki-laki), khomer, dan music”.

Perzinaan dan pelecehan asusila merajalela, ssehingga banyak terlahir anak zina. Padahal, Allah sudah menegaskan tentang keharaman zina dengan jelas. Allah berkalam,” dan jangan kalian mendekati zina!”.

Dimulai dari zina mata ketika saling  memandang. Zina telinga ketika mendengar rayuan gombal dan kata-kata sayang. Zina ucapan ketika mulai merayu gombal dan mengobral kata cinta. Zina tangan ketika saling bergandengan. Zina kaki ketika melangkah berduaan. Dan zina hati saat berangan-angan dan berkeinginan cinta tanpa keimanan.

Banyak wanita berpakain tapi sejatinya telanjang. Entah karena tipis bahannya, ketat size-nya, atau bahkan sampai membentuk lekuk tubuhnya, atau menutup aurat tapi terbelah memanjang di beberapa bagian. “Wanita-wanita yang berpakaian di dunia, namun hakikatnya telanjang”, begitulah pesan kanjeng Nabi saw.

Merubah ciptaan Allah. Ini yang makin marak. Dari mulai transgender, merubah bentuk alis, nipisin alis, mengubah bulu mata, memancungkan hidung, meratakan barisan gigi, hingga bentuk tubuh agar tampak lebih seksi. Bukankah itu sama saja dengan tidak mensyukuri ni’mat Allah.

Dan lain sebagainya. (( 😛 ( )

Well,,, itulah sebagian kecil tanda akhir zaman yang terbukti kebenarannya. Yang kini tengah bermunculan di sekitar kita dan sudah merebak merajalela memakan korban. Parahnya lagi,,, kita tidak pernah sadar bahwa kitalah potret remaja akhir zaman. Pada diri kita lah tanda-tanda itu ada. Bener nggak?? Makanya,,, ngaca dooonk,,,!!

Trend kekinian saat ini, semisal perzinaan yang sudah dilokasikan, miras yang sudah diresmikan, pelecehan seksual yang tidak lagi ditabukan, juga lifestyle ala barat dan non muslim, itu semua adalah butir-butir tanda akhir zaman. Serpihan-serpihan kedahsyatan kiamat yang sudah terurai sedikit demi sedikit. Namun, kita tak sedikit pun menyadarinya. Bahkan, malah berbangga ria dengan style kekinian tersebut. Kita tak sedikit pun sadar kalau kita sendiri lah yang menyetir dan membawanya ke permukaan.

And Now,,, Saatnya kita berbenah, memperbaiki diri, dan mempercantik amal shaleh. Kiamat tak terelakkan, kita hanya bisa berusaha semaksimal mungkin tuk khusnul khotimah di akhir hayat.

REHAT & NASEHAT

Rasulullah pernah bersabda: ‘kalian lebih tau dengan perkara dunia kalian’.

Okelah, mengikuti perubahan zaman tidaklah salah. Tapi menelannya mentah-mentah itu yang bahaya. Harus tetap menilik dari sisi syariat. Tak boleh bimbang antara nafsu dan undang-undang.

Dalam berinteraksi misalnya, Allah menciptakan manusia agar bisa saling mengenal, berinteraksi, dan bersosialisasi. Tapi, Allah kan udah memberi batasan-batasannya, terutama antara lawan jenis yang ajnabi. Wajib menjaga sosialisasi antar sesama jenis, membatasi diri untuk tidak berikhtilath dengan ajnabi dan mengharamkan diri untuk berkhalwat, insya-Alloh terjagalah izzah kita … Aamiin.

Tidak dipungkiri lagi, kini ikhtilath antar ajnabi berbenteng tipis. komunikasi antar ajnabi tanpa keperluan syar’i, dengan mengambinghitamkan kesucian “Dakwah” & ”Ukhuwwah”. Ikhwan-akhwat berikhtilath dan bahkan berkhalwat melalui media sosial, sampai saling menyapa lewat via telpon pun sudah menjadi hal yang wajar-wajar saja, meski hanya tuk basa-basi tuk bertegur-sapa saja,,,, Dah basi kelleeess! ((

Dalam  berpakaian, jadikan dirimu lebih kharismatik dengan kegagahan yang kau ciptakan dari kesederhanaan. Mau jadi ikhwan gaul? Why not! Gaul ala Rasulullah saw, bukan ala trendsetter macam David Beckham atau Lee Min Ho getoh.

Akhwati fillah,,, Ingatlah! Kau adalah makhluk terpenting di bumi ini. Saat ‘hawa’ tercemar, maka akan runtuh peradaban dunia. So,,, Peranggunlah dirimu dengan balutan syar’i, percantiklah pribadimu dengan akhlak islami, dan ciptakanlah aura inner beauty dari lubuk hatimu. Jangan berlebihan untuk outer beauty-mu. Itu mah alay, ukht,,,!!

Ingatlah, akhir zaman kian mendekat, sedangkan kita masih berbalut dosa, so,,, perlambatlah tanda-tanda itu tertampak. And now,,, Action!! Mulailah dari diri kita, berbenah, beristropeksi diri. DON’T NAPO (No Action Planning Only). Beri teladan pada sekitar. Sebelum kian terlambat dengan munculnya dajjal sungguhan, karna  dedajjal palsu sudah berkeliaran. Dan kau tau, dajjal adalah fitnah teragung akhir zaman. Wal ‘iyadzu billah.

Mari menjadi remaja islami rabbani. Penerus generasi penegak panji-panji Islam. Dengan akhlaq mulia. Jiwa tulus. Iman di hati. nan niat yang suci.

Note:

Salam ukhuwwah

Crew FAII

Di Bumi Allah

Ramadlan 1437 H/ 2016 M

Supported by: Lajnah Bukber Jatim.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s