YANG MUDA YANG BERKARYA


motivational-2

“ jangan berbicara tentang kekalahan, tetapi berbicaralah tentang harapan, keyakinan, kepercayaan, dan kemenangan. “

–Norman Vincent Peale–

“Muda Karya Raya”, apa yang ada dalam fikiran kamu saat mendengar kalimat itu?

Sukses mencipta mahakarya di usia yang masih muda belia.

Kata ‘muda’ identik dengan semangat idealisme dan prestasi. Namun sekarang, arti kata ‘muda’ mengalami peyorasi menjadi sekedar persoalan umur belaka. Padahal ‘muda’ memiliki makna yang luas dan beraneka.

Menurut Anis Baswedan, ” Tua muda bukan soal usia. Jika kau terus memikirkan masa depan, maka Anda muda. Dan sebaliknya, jika Anda terus memikirkan masa lalu, maka Anda tua.”

Faktanya, masa muda adalah masa yang paling menyenangkan, masa tidak takut disalahkan.  Masa saat semangat menggelora, masa-masa perubahan. Kalau menurut remaja jaman sekarang sih gini : Just Happy Fun gan!! Rea – reo yuks!! Yang penting Gue bahagia. Padahal kalo menurut Islam, pandangan seperti itu malah salah berat. Masa muda adalah masa emas yang nggak boleh disia-siain gitu aja. Tapi dimanfaatkan sebaik – baiknya. Man syaaba ‘ala syai’in, syabba ‘alaihi.

Maka dari itu, tak salah jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengembankan  tugas-tugas dakwah dan penaklukan wilayah sekitar kepada para shahabat muda. Misalnya aja, Usamah bin Zaid telah ditunjuk sebagai pemimpin sariyah yang beranggotakan shahabat sesenior Abu Bakar dan Umar. Begitu semangatnya pemuda zaman itu dalam memanfaatkan masa mudanya untuk meraih ridha Allah swt. dan mengerahkan semua kemampuan dan potensi mereka untuk membela agama agung, agama Islam ini. Kapan nih kita seperti mereka?

Allah ta’ala telah membekali kita akal dan pikiran yang bisa menampung beraneka ilmu, dibekali pula mata, telinga, dan panca indera lainnya untuk mengembangkan potensi-potensi besar yang terpendam dalam diri kita, sebagaimana yang terkandung dalam kalam Allah Q.S. An – Nahl (18) : 78.

Di masa yang serba canggih ini, kita harusnya bersyukur karena lebih mudah menyalurkan bakat dan potensi kita untuk kebaikan. Apalagi didukung dengan teknologi yang serba canggih dan jaringan yang serba cepat lebih mendukung kita untuk mendapatkan informasi yang lebih cepat dan akurat.

Orang berpotensi, belum pasti punya ambisi dan tujuan. Pencapaiannya susah-susah gampang. Harus ada usaha dan tekad untuk menggali dan mengembangkannya. Harus ada orientasi yang jelas untuk kedepannya, biar tidak terombang-ambing tak jelas kemana. Karena mengenali potensi diri tak semudah membalik tangan, nih ada trik jitu menggali potensi diri.

  1. Ingat akhirat!!
  2. Kenali diri sendiri.
  3. Percaya diri.
  4. Jangan batasi potensimu.
  5. Jalin relasi.
  6. Selalu memandang kedepan.
  7. Never give up.
  8. Sabar dan tawakkal.

Kita ambil contoh, Ibnu Sina, hafal Al-Qur’an di usia 9 tahun, menjadi dosen termuda di ilmu kedokteran di usia 12 tahun. Ia bukan hanya dikenal sebagai seorang ahli kesehatan dunia dengan banyak karya monumental, tapi ia juga dikenal sebagai ahli filsafat ulung dan berbagai disiplin ilmu lainnya. Begitupun dengan Muhammad Al-Fatih hebat di bidang berbeda. Bayangkan pemuda berusia 21 tahun membawa lebih dari 200.000 pasukan muslim menaklukkan Konstantinopel. Kalau kita, mendefinisikan ‘Muda Karya Raya’ itu adalah yang kuat dalam segala bidang, maka potret terbaik dan tak terbanding adalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tunjukkan pada dunia, kalau remaja Islam bukanlah generasi kolot, primitif, dan ketinggalan jaman. Tapi generasi Islam juga mampu menjadi jenius, bintang dunia, dan pelopor kemajuan umat. Dengan segala semangat membara, hamasah tinggi masa muda, kita tuangkan segala kemampuan tuk mewujudkannya melalui segala bidang yang kita kuasai. Dengan menjalin relasi dengan sesama mampu menciptakan pintu – pintu kesuksesan yang lebih cepat. Cepat bukan berarti instan lho, tetap butuh proses. So, jangan males – males cari kenalan untuk kerja sama atau saling mendukung.

Nah,, tunggu apalagi? Kenali diri dan potensi kamu. Kembangkan dan maksimalkan bakat dan kemampuan kamu. Tujukan dan niatkan lillahi Ta’ala, biar lebih berkah dunia akherat.

Okey ,, menggali potensi diri untuk mencipta karya. Bicara tentang karya, yang terbesit dalam benak kita ialah menciptakan sebuah kesenian seperti melukis, membuat ukiran, menulis buku, menciptakan lagu atau sejenisnya. Padahal, makna karya nggak sempit kaya gitu. Makna karya di sini ialah tindakan nyata yang membuahkan hasil. Karya bisa berbuah positif, juga negatif, sedikit atau banyak, berkualitas rendah atau unggul. Sedangkan yang kita bicarakan adalah karya positif dari segala potensi diri, apapun itu, dalam bidang apapun itu, kualitas unggul dunia akherat. Mau jadi da’I handal boleh, mau jadi motivator ulung seperti Mario Teguh pun boleh, jadi relawan dunia seperti Joze Rizal pun boleh. Bakat gak harus bergengsi, yang penting berbuah hasil dan manfaat untuk sekitar kita.

Kita ambil contoh, Ibnu Sina, hafal Al-Qur’an di usia 9 tahun, menjadi dosen termuda di ilmu kedokteran di usia 12 tahun. Ia bukan hanya dikenal sebagai seorang ahli kesehatan dunia dengan banyak karya monumental, tapi ia juga dikenal sebagai ahli filsafat ulung dan berbagai disiplin ilmu lainnya. Begitupun dengan Muhammad Al-Fatih hebat di bidang berbeda. Bayangkan pemuda berusia 21 tahun membawa lebih dari 200.000 pasukan muslim menaklukkan Konstantinopel. Kalau kita, mendefinisikan ‘Muda Karya Raya’ itu adalah yang kuat dalam segala bidang, maka potret terbaik dan tak terbanding adalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Nah,, tunggu apalagi? Kenali diri dan potensi kamu. Kembangkan dan maksimalkan bakat dan kemampuan kamu. Tujukan dan niatkan lillahi Ta’ala, biar lebih berkah dunia akherat.

Tunjukkan pada dunia, kalau remaja Islam bukanlah generasi kolot, primitif, dan ketinggalan jaman. Tapi generasi Islam juga mampu menjadi jenius, bintang dunia, dan pelopor kemajuan umat. Dengan segala semangat membara, hamasah tinggi masa muda, kita tuangkan segala kemampuan tuk mewujudkannya melalui segala bidang yang kita kuasai. Dengan menjalin relasi dengan sesama mampu menciptakan pintu – pintu kesuksesan yang lebih cepat. Cepat bukan berarti instan lho, tetap butuh proses. So, jangan males – males cari kenalan untuk kerja sama atau saling mendukung.

.

Iklan

2 pemikiran pada “YANG MUDA YANG BERKARYA

  1. Muda adalah masa kejayaan. Masa kekuatan. Masa emas untuk meningkatkan etos kerja.
    Masa membentuk karakter.
    Masa bersusah payah merajut masa depan.
    Mencari bekal dunia akhirat.

    Usia panjang seseorang dalam keharusan menuntut ilmu dalam sebuah pondok pesantren mungkin banyak yang menganggapnya sebagai kendala berkiprah di dunia luar..
    Tp tidak 100% benar. Semua kembali per individu. Kepada setiap diri yg ingin memanage waktunya dengan cerdas atau hanya suka merenungi nasib.

    Yupp..
    Setiap pemuda harus lah semangat.
    Kehidupannya bagaikan detik2 genting yg tdk boleh terlewatkan sia2.
    Genbate kudasaii..
    Fighting

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s